Teknologi Kelautan Published: 17/2/2026
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan bahaya tsunami di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan memanfaatkan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kabupaten Cilacap merupakan wilayah pesisir selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi tsunami tinggi akibat kedudukannya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial berbasis weighted overlay dengan mempertimbangkan empat parameter utama, yaitu jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, kemiringan lereng, dan elevasi daratan. Data topografi diperoleh dari DEMNAS, sedangkan data spasial wilayah administrasi digunakan sebagai peta dasar dalam pengolahan SIG menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Setiap parameter direklasifikasi ke dalam lima kelas kerentanan, kemudian diberi bobot sesuai tingkat pengaruhnya terhadap potensi tsunami. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Cilacap berada pada kategori kerentanan rendah hingga sangat rendah, yang dipengaruhi oleh dominasi topografi berbukit dan elevasi relatif tinggi di wilayah interior. Namun demikian, zona pesisir tertentu, khususnya daerah dengan elevasi rendah dan jarak dekat dari garis pantai, masih menunjukkan tingkat kerentanan tinggi hingga sangat tinggi. Peta kerentanan tsunami yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana, penentuan jalur evakuasi, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman tsunami.
Akses lengkap publikasi dalam format PDF dengan semua gambar, tabel, dan formatting asli
Download PDFThis work is licensed under Open Access