UMKM dan Teknologi Pangan Laut Published: 17/2/2026
Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar sekaligus menghadapi tekanan serius terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Dalam berbagai dokumen kebijakan, ekonomi biru diposisikan sebagai strategi pembangunan, dengan generasi muda kerap disebut sebagai aktor kunci transformasi. Namun, dalam praktiknya, kontribusi pemuda masih belum teroptimalkan secara struktural. Tulisan ini bersifat opini analitis berbasis kajian literatur dan tidak dimaksudkan sebagai penelitian empiris. opini berbasis telaah literatur dan analisis kebijakan yang bertujuan mengkaji kesenjangan antara narasi kebijakan dan praktik keterlibatan pemuda dalam ekonomi biru di Indonesia. Analisis difokuskan pada tiga hambatan utama, yaitu mekanisme partisipasi pemuda yang masih prosedural, keterbatasan ekosistem pendukung berupa akses pendanaan, pendampingan teknis, dan jejaring usaha, serta rendahnya integrasi literasi kelautan dan kewirausahaan di kalangan pemuda. Artikel ini berargumen bahwa optimalisasi peran pemuda tidak dapat dicapai melalui retorika dan kebijakan saja, melainkan memerlukan reformasi struktural yang mengintegrasikan peran pemerintah, generasi muda, dan sektor swasta dalam kerangka pembangunan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan
Akses lengkap publikasi dalam format PDF dengan semua gambar, tabel, dan formatting asli
Download PDFThis work is licensed under Open Access