Hibah Kapal Induk Garibaldi Tersendat, Bukti Indonesia Gagal Memaksimalkan Daya Tawar Sosial

Hibah Kapal Induk Garibaldi Tersendat, Bukti Indonesia Gagal Memaksimalkan Daya Tawar

Oleh: Administrator
Kamis, 19 Maret 2026
776 kali dilihat

Jakarta, (18/3) – Tertundanya persetujuan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi di parlemen Italia menjadi indikator kuat bahwa Indonesia gagal memaksimalkan posisi tawarnya dalam proses negosiasi kerja sama pertahanan.


Sejak awal, Indonesia sebenarnya berada dalam posisi yang tidak lemah. Sebagai salah satu pasar alutsista terbesar di kawasan, Indonesia memiliki nilai strategis bagi negara mitra, termasuk Italia, dalam kerja sama industri pertahanan jangka panjang.


Selain itu, kapal yang ditawarkan merupakan alutsista berusia tua yang sudah mendekati masa pensiun. Dalam kondisi tersebut, Indonesia seharusnya memiliki ruang negosiasi yang lebih kuat untuk menentukan skema kerja sama yang menguntungkan, termasuk dalam aspek pembiayaan, peningkatan teknologi, hingga dukungan operasional.


Namun kenyataannya, proses ini justru tersendat di parlemen Italia. Hal ini menunjukkan bahwa negosiasi yang dilakukan belum mampu mengunci kepastian dari pihak mitra sejak awal.


Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) Mahen Putra menilai bahwa kegagalan ini mencerminkan lemahnya pemanfaatan leverage strategis Indonesia.


“Indonesia itu bukan pihak yang lemah dalam negosiasi ini. Kita punya pasar besar, posisi geopolitik penting, dan yang ditawarkan pun aset lama. Harusnya kita bisa menekan lebih kuat sejak awal,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan masalah mendasar dalam pendekatan negosiasi.


“Ketika daya tawar tidak dimaksimalkan, hasilnya bukan kerja sama strategis, tapi ketidakpastian seperti sekarang. Ini yang harus dievaluasi,” tambahnya.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam kerja sama internasional, khususnya sektor pertahanan, kekuatan bukan hanya pada apa yang ditawarkan, tetapi pada bagaimana posisi tawar tersebut digunakan secara tegas dan terukur dalam proses negosiasi.

Tags:
Kapal Geopolitik Alutsista Pertahanan
Komentar 0
Memuat komentar...
Admin
Admin
Administrator
Dipublikasi: 19 Maret 2026

776 views
Sosial