Sosial
MARAH HINGGA LONTARKAN KATA TIDAK PANTAS DI PROYEK KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH (KNMP): HIMITEKINDO SEBUT MKP TRENGGONO CUCI TANGAN ATAS KEGAGALAN MANAJERIAL YANG DICIPTAKANNYA
Jakarta, (3/26) – Aksi "sidak" Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono di lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang viral di media sosial menuai kritik pedas. Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) menilai gestur kemarahan Menteri di depan kamera bukan bentuk ketegasan, melainkan upaya cuci tangan atas kegagalan manajerial dan perencanaan yang ia restui sendiri.
Dalam beberapa unggahan di akun sosial media pers, Menteri Trenggono memperlihatkan kekecewaan mendalam terhadap kualitas material dan pengerjaan fisik di lapangan yang dianggap tidak sesuai standar hingga melontarkan diksi “TAI”. Namun, HIMITEKINDO melihat ada paradoks besar di balik narasi kemarahan tersebut.
HIMITEKINDO menyoroti bahwa proyek KNMP seringkali dipacu dengan tenggat waktu yang sangat ambisius. Persetujuan mengenai seberapa cepat pembangunan harus selesai dan bagaimana skema percepatannya berada langsung di bawah otoritas kebijakan Menteri.
Menurut Keputusan Menteri (Kepmen) KP No. 55 Tahun 2025 dan data DIPA KKP, saat ini KNMP yang telah ditetapkan baru mencapai 65 lokasi (Tahap I) dari 1.100 target lokasi KNMP hingga tahun 2027 nanti. Alih-alih evaluasi sistem manajerial atas pengerjaan yang terburu-buru, MKP Sakti Wahyu Trenggono lebih memilih panggung media sosial untuk menunjukkan kegagalan kebijakan ia sendiri.
“Sangat tidak adil jika kesalahan teknis di lapangan sepenuhnya dibebankan kepada kontraktor atau anak buah, sementara intruksi sembrono datang dari meja Menteri. Kualitas yang buruk adalah konsekuensi logis dari perencanaan yang terburu-buru demi mengejar target dan seremonial,” ungkap Mahen Putra sebagai Sekretaris Jenderal HIMITEKINDO.
HIMITEKINDO menilai konten video marah-marah tersebut adalah skrip politik untuk membangun citra sebagai pemimpin yang teliti, sekaligus mengalihkan isu dari lemahnya sistem evaluasi di internal KKP.
"Kami tidak perlu Menteri yang jago marah di Instagram, kami butuh Menteri yang jago merencanakan kebijakan dengan matang agar anggaran tidak terbuang sia-sia untuk proyek yang harus dibongkar-pasang," tegasnya.
HIMITEKINDO mendesak agar KKP segera membuka laporan audit teknis terhadap seluruh proyek KNMP dan membenahi manajerial yang sudah berjalan serta berhenti menjadikan kegagalan perencanaan sebagai bahan konten media sosial untuk meraih simpati publik.
Komentar 0
Silakan login untuk memberikan komentar